Breaking News
Loading...

Kronologi dan 10 Fakta Kasus Kerusuhan LA 1992 – Contoh Konflik SARA

Konflik SARA di LA 1992


10daftarsaya.blogspot.com – Melihat perkembangan kerukunan antar suku dan agama di Indonesia semenjak jatuhnya Orde Baru semakin menyedihkan. Puncaknya terjadi sejak PILPRES 2014 kemarin. Di mana kubu-kubu politik membawa identitas suku dan agama untuk menjaring simpati dari massa. Sayangnya masih banyak kawan-kawan sebangsa kita yang termakan oleh isu ini. Itulah mengapa saya tertarik untuk membuat artikel LA Riot 1992 sebagai contoh konflik SARA atau konflik ras di negara Adi Daya (Amerika Serikat) yang cukup memakan korban jiwa dan harta.


Semoga dengan membaca artikel ini, kita semua menyadari bahayanya Konflik Ras, Agama atau apapun itu. Aamiin.

Kasus SARA yang bermula dari kejadian ‘sepele’ ini berubah drastis menjadi Konflik SARA atau Konflik Ras dalam waktu yang tidak begitu lama, karena serentetan tindakan tidak professional dari beberapa penegak hukum dan pejabat yang berwenang.




Berhubung artikel lumayan panjang, untuk memudahkan pembaca 10DaftarSaya saya tampilkan Daftar Isi dari artikel ini.

Daftar Isi


A. Kronologis Konflik SARA Los Angeles 1992
  1. Kejadian Awal – 3 Maret 1991
  2. KTLA Menayangkan Video Pemukulan – 4 Maret 1991
  3. Rodney King dibebaskan – 7 Maret 1991
  4. Keempat polisi didakwa – 15 Maret 1991
  5. 17 Polisi Dibebaskan dari Dakwaan – 10 Mei 1991
  6. Sidang Pindah ke Simi Valley – 26 November 1991
  7. Pengadilan Memutuskan Ke-4 Polisi Tidak Bersalah – 29 April 1992
  8. Konflik SARA Bermula – 29 April 1992
B. 10 Fakta Penting Konflik Ras Los Angeles 1992

Kronologis Konflik SARA di Los Angeles 1992


1. Kejadian Awal – 3 Maret 1991


Kasus SARA ini diawali dengan peristiwa pemukulan Rodney King – seorang pengendara mobil keturunan Afro Amerika, oleh sekelompok polisi LAPD (Los Angeles Police Department) pada 3 Maret 1991. Beliau ditangkap setelah proses pengejaran mobil yang terjadi sesaat sebelumnya.

Kejadian pemukulan tersebut direkam oleh George Holliday dari balkon apartemen miliknya di Lake View Terrace.


Di video tersebut tampak 4 orang polisi menendang dan memukuli Rodney dengan tongkat polisi (baton), sementara beberapa polisi lainnya hanya menonton kejadian ini berlangsung. Dikatakan Rodney menerima lebih dari 50x pemukulan.

2. KTLA menayangkan video pemukulan – 4 Maret 1991


Keesokan harinya video ini ditayangkan di KTLA, sebuah stasiun TV yang beroperasi di Hollywood.
Ini videonya.


3. Rodney King dibebaskan – 7 Maret 1991


Rodney dibebaskan 4 hari kemudian tanpa ada tuduhan dilayangkan kepada beliau.

4. Keempat polisi didakwa – 15 Maret 1991


Keempat polisi yang terlibat langsung atas pemukulan dijadikan terdakwa. Mereka adalah Sersan Stacey C. Koon, Laurence M. Powell, Timothy E. Wind dan Theodore J. Briseno.

5. Juri Pengadilan melepaskan 17 polisi lainnya dari segala dakwaan – 10 Mei 1991


Juri pengadilan memutuskan 17 petugas yang menyaksikan pemukulan tanpa melakukan apa pun bebas dari segala tuduhan.

6. Hakim Pengadilan Tinggi memindahkan Sidang ke Simi Valley – 26 November 1991


Hakim Pengadilan Tinggi Stanley Weisberg memindahkan lokasi sidang pengadilan ke-4 polisi pelaku pemukulan ke Simi Valley.

Ke-12 juri yang ditunjuk terdiri dari 9 kulit putih, 1 keturunan 2 ras, 1 keturunan Filipina dan 1 Latino/Hispanik. Tiga (3) di antara juri kulit putih pernah bekerja di militer atau paling tidak sebagai tenaga pengaman (satpam). Tidak satupun warga Simi Valley ditunjuk sebagai juri. Hanya jaksa Terry White yang berkulit hitam.

Hal ini menjadi pertanda atau sinyal bagi warga kulit hitam (Afro Amerika), bahwa pengadilan akan menghasilkan putusan yang tidak adil bagi mereka.

7. Pengadilan Memutuskan Ke-4 Polisi Tidak Bersalah – 29 April 1992 (pukul 15.15)


Dugaan tersebut menjadi kenyataan pada 29 April 1992.

Ke-empat polisi pelaku pemukulan memutuskan bahwa ke-4 polisi tidak bersalah dan bebas dari segala tuduhan. Juri beranggapan video berdurasi 81 detik yang dijadikan bukti tidak cukup untuk menggambarkan apa yang sebenarnya terjadi kala itu.

8. Konflik SARA LA Riot Bermula – 29 April 1992


Selang beberapa jam setelah keputusan pengadilan yang tidak adil - paling tidak menurut warga Afro Amerika, timbul percikan atau kerusuhan pertama di Florence dan Normandie (pukul 17.25).

Pukul 18.30 di hari yang sama, massa mulai berkumpul di Parker Center. Kepala Polisi Daryl Gates dengan enteng mengeluarkan pernyataan bahwa polisi sanggup mengatasi keadaan secara professional, tenang dan damai. Lalu ia berangkat meninggalkan Parker Center (Markas Besar LAPD) menuju acara makan malam untuk tujuan penggalangan dana. Penggalangan Dana untuk kegiatan melawan usaha perubahan undang-undang yang berisikan pembatasan masa tugas dan kekuasaan seorang kepala polisi.

Pukul 18.45, kamera TV dari helikopter merekam pemukulan supir truk pengangkut kerikil berkulit putih bernama Reginald Denny. Korban ditarik dari mobilnya dan dipukul sampai nyaris meninggal dunia.

Korban dipukul dengan batu bata, tabung racun api dan besi yang biasa dipakai untuk mencongkel ban keluar dari pelaknya. Tengkorak Denny kemudian diketahui retak pada 91 tempat.


Untungnya ada 4 orang pahlawan (2 pria dan 2 wanita) yang menjadi penyelamat beliau. Salah satunya bernama Bobby Green Jr. Mereka membawa korban ke RS Daniel Freeman dengan truk 18 roda milik korban, di mana sesampainya di rumah sakit Denny menderita kejang-kejang.

Pukul 19.40, kamera TV kembali merekam pemukulan Fidel Lopez – seorang pekerja konstruksi keturunan Guatemala. Sekerumunan perusuh menarik korban dari pick-up yang ia kendarai. Uang sebesar USD 2.000 yang ia bawa dirampok oleh gerombolan ini.

Damian Williams – yang ada di antara perusuh tadi, yang juga memukul Reginald Denny - memukul kepala Fidel dengan stereo mobil. Sementara perusuh lainnya mencoba memotong telinga korban walau tidak terjadi. Setelah Lopez pingsan, para perusuh menyemprotkan tinta hitam ke dada, perut dan kemaluan korban.

Untungnya Pendeta Bennie Newton datang dan menyelamatkan korban dari penyiksaan lebih lanjut.

Pukul 20.30 malam, Kepala Polisi Daryl Gates baru kembali dan langsung menuju ke Emergency Response Center.

Pukul 20.45 Walikota Tom Bradley menyatakan keadaan darurat, dan meminta Gubernur Pete Wilson untuk menurunkan 2.000 tentara cadangan dari Garda Nasional ke kota yang beliau pimpin.

Pukul 23.00 Walikota Bradley berpidato di depan televisi, bahwa beliau akan melakukan segala cara untuk menumpas konflik ras ini, untuk menghentikan segala kekerasan yang terjadi.

Pukul 00.15 (30 April 1992), Walikota mengumumkan Jam Malam serta melarang penjualan amunisi dan bensin kecuali untuk kendaraan.

Jam 8 pagi (30 April 1992), 2.000 tentara Garda Nasional tiba di Los Angeles, namun baru diturunkan ke lapangan pada jam 12.00 siang itu. Dikatakan pimpinan polisi lamban dalam mengarahkan Garda Nasional ini bertugas.

Jam 12 Malam (30 April 1992), Walikota Bradley dan Gubernur Wilson meminta tambahan Garda Nasional sehingga total menjadi 6.000 orang. Sekaligus juga meminta pihak militer Amerika Serikat untuk berada dalam status waspada.

Jam 3.00 dini hari 1 Mei 1992, 4.000 orang tentara federal – termasuk anggota marinir, tiba di Tustin dan El Toro. Jam 18.00 hampir seluruh anggota Garda Nasional dikerahkan.

Tentara Untuk Memadamkan Kerusuhan LA 1992 - Sumber: latimes.com

Kerusuhan mereda dengan Pengumuman dari Walikota Bradley pada 3 Mei 1992 pada pukul 11.30 siang yang berisikan Penghentian Jam Malam dimulai sejak Senin, 4 Mei 1992.

10 Fakta Penting Kasus SARA LA 1992


Kerusuhan yang terjadi selama 5 hari ini cukup banyak meninggalkan tragedi. Tidak hanya bagi masyarakan kulit hitam dan kulit putih, tapi juga kaum imigran seperti warga keturunan Korea.

Berikut 10 Fakta penting konflik SARA LA 1992 yang kami rangkum dari berbagai sumber.

1. Di saat kerusuhan merebak atau tepatnya pada 1 Mei 1992, Rodney King yang menjadi korban pemicu timbulnya konflik ras tampil di muka umum. Beliau memohon untuk segera menghentikan kericuhan. Beliau memohon sambil menangis untuk meminta semuanya kembali bersatu dan berdamai.

upaya menghentikan konflik ras rodney king
Rodney King memohon penghentian kerusuhan SARA - Sumber: time.com

Menurut penulis ini cukup tragis. Rodney King – sang korban dari konflik SARA adalah orang yang meminta semua orang berdamai dan bersatu. Padahal ia yang seharusnya paling dendam di antara semuanya.

Sungguh mulia menurut saya. Menurut anda?

2. Jumlah aparat keamanan di luar polisi yang diturunkan untuk menangani Konflik Ras ini cukup fantastis. Ada 6.500 anggota Garda Nasional, 1.100 marinir dan 600 tentara angkatan darat. Totalnya sekitar 8.000-an orang.

Kalau penulis menilai, pemerintah federal sangat serius mencegah kerusuhan ini merebak ke daerah-daerah lain, terutama daerah tetangga.

3. Hubungan Walikota Tom Bradley dan Kepala Polisi Daryl Gates sudah lebih setahun tidak harmonis. Mereka tidak mau berbicara satu dengan lainnya. Tingkah pejabat yang seperti ini menyebabkan hubungan antara Kepolisian dan Balai Kota juga tidak akur.

pejabat berwenang pada konflik ras LA 1992
Tom Bradley (belakang) dan Daryl Gates (depan); Sumber: gettyimages.com

Pemicu awal hubungan tak harmonis adalah kejadian pemukulan Rodney King juga.

Selang sebulan setelah kejadian pemukulan Rodney King, Walikota Bradley berpidato di depan publik. Ia meminta Daryl untuk mundur sebagai Kepala Polisi LA sambil mengatakan bahwa menolak mundur dari kepolisian telah mencoreng reputasi polisi dan menyebabkan turunnya kepercayaan publik terhadap kepolisian.
Hal ini ia lakukan setelah permintaan mundur secara pribadi ditolak mentah-mentah oleh Daryl.

Daryl pun tak mau kalah, ia mengatakan kalau ada 8.300 anggota polisi yang bergantung pada dirinya, sambil menambahkan kalau 8.300 orang ini diyakininya tak akan mau mengikuti Walikota ke mana pun.

4. Hadiah Perdamaian Nobel Ig Tahun 1992 dianugerahkan kepada Daryl F Gates atas penemuan ‘metoda pemaksaan unik untuk membuat orang bersatu’.

Istilah ‘metoda pemaksaan unik membuat orang bersatu’ adalah sindiran terhadap apa yang sudah ia lakukan yang berujung pada kerusuhan LA di tahun itu.

Belakangan memang Daryl Gates dianggap turut serta bertanggung jawab atas kerusuhan atau konflik ras ini

Oh ya… bagi yang belum tahu. Ini dia apa itu Hadiah Nobel Ig.

Nobel Ig itu adalah parodi dari Hadiah Nobel. Hadiah ini diberikan setiap musim gugur kepada mereka-mereka yang bisa ‘membuat orang tertawa dan sekaligus berpikir’.

Nobel Ig (dalam Bahasa Inggris: Ig Nobel) adalah plesetan dari kata ‘Ignoble’ yang berarti Tercela, Rendah dan Hina.

5. Menjelang pembacaan putusan pengadilan, Daryl F Gates telah menyiapkan dana 1 juta dollar untuk biaya lembur polisi yang kemungkinan bakal bertugas lewat waktu menjaga keamanan.

Tapi sayangnya di hari saat pembacaan putusan, dua per tiga pemimpin patroli (berpangkat letnan atau sersan) tidak bertugas karena mengikuti seminar 3 hari di luar kota.

6. Kerusuhan LA (Los Angeles) ini berpusat di South Central yang dihuni oleh mayoritas warga kulit hitam (Afro-Amerika) dan Hispanik. Hampir setengah (alias mendekati 50%) pelaku kerusuhan yang ditangkap adalah orang Hispanik.

Orang Hispanik juga adalah jumlah terbanyak ke-3 yang ditemukan meninggal.

Hispanik adalah nama ras yang diberikan kepada bangsa yang pernah dijajah Spanyol atau memiliki budaya mirip Spanyol. Lebih konkretnya Hispanik mengacu kepada ras dari negara Mexico, Kuba, Puerto Riko, Amerika Tengah dan Selatan.

7. Masih ingat cerita penyiksaan terhadap supir truk bernama Reginald Denny dan Fidel Lopez yang saya tulis di atas?

pelaku kasus kerusuhan sara - damian williams
Damian Monroe Williams - Sumber: gettyimages.com
Pada 7 Desember 1992, Damian Monroe Williams dinyatakan terbukti bersalah telah menyiksa korban dan beberapa korban lainnya. Beliau dijatuhi hukuman 10 tahun penjara. Dikatakan ini adalah hukuman terlama untuk tindakan penyiksaan dan pemukulan jalanan.

Jadi ini bukti bahwa walau dalam kerusuhan massal, pelaku kriminal juga tetap bisa didakwa.

8. Warga keturunan Korea adalah salah satu ras yang menjadi target konflik SARA ini. Toko, stasiun radio dan usaha yang mereka miliki menjadi sasaran amuk massa kala itu. Mereka melindungi rumah dan tempat usaha mereka dengan berbagai jenis senjata api (shotgun, pistol ataupun senapan semi otomatis).

Hal ini terkait kejadian setahun sebelum kerusuhan terjadi, tepatnya pada 16 Maret 1991 atau 13 hari setelah kejadian pemukulan Rodney King.

korban konflik ras latasha harlins
Latasha Harlins - Sumber: scpr.org
Saat itu Soon Ja Du – seorang pemilik toko menangkap Latasha Harlins – gadis berusia 15 tahun. Du melihat Latasha memasukkan sebotol jus jeruk ke dalam tasnya. Du berkesimpulan bahwa Latasha berusaha mencuri. Du langsung menangkap sweater yang dipakai Latasha dan berusaha merampas tas punggungnya.

Latasha terkejut dan memukul Du sebanyak 3x yang membuat Du jatuh terduduk. Du bangkit dan melempar bangku ke arah Latasha. Latasha kemudian mengambil botol jus jeruk yang terjatuh karena perkelahian tadi, dan Du kembali menyerang dan merampas botol tersebut.

Latasha pun melangkah ke luar toko, tapi Du yang sedang emosi mengambil pistol dan menembak Latasha dari belakang. Jarak mereka hanya sekitar 1 meter. Peluru mengenai bagian belakang kepala Latasha. Latasha pun meninggal di tempat.

Yang paling menyedihkan, saat polisi tiba di TKP, di dalam genggaman tangan Latasha ditemukan uang USD 2. Keras dugaan ini adalah uang yang ia siapkan untuk membayar jus jeruk tadi.

Di pengadilan Du 'hanya' dihukum denda USD 500 ditambah hukuman percobaan selama 5 tahun serta 400 jam pelayanan/pengabdian masyarakat.

Hal ini membuat masyarakat kulit hitam geram kala itu. Dan banyak pendapat bahwa kejadian ini adalah salah satu pemicu konflik ras kala itu.

9. Pada 19 April 1994, Rodney King menuntut ganti rugi dari Kota Los Angeles atas kejadian pemukulan yang ia alami. Ia menuntut dibayar USD 1 juta untuk setiap pukulan yang ia terima, dengan total USD 56 juta.

Pengadilan Negeri Los Angeles mengabulkan tuntutan tersebut dengan nilai USD 3.8 juta.

Rodney King juga mengajukan tuntutan ganti rugi sebesar USD 15 juta atas tindakan sewenang-wenang dari Kepolisian LA. Putusan pengadilan pada 1 Juni 1994 tidak mengabulkan tuntutan ini.

10. Dari kerusuhan Konflik SARA selama 5 hari tersebut, lebih dari 60 orang meninggal dunia. Delapan (8) di antaranya meninggal di tangan polisi dan 2 orang di tangan militer. Selain korban meninggal, ada sekitar 2.000 korban luka.

Ada 3.600 kejadian kebakaran yang menghanguskan sekitar 1.100 bangunan. Setiap menit minimal ada satu telpon kebakaran diterima Pemadam Kebakaran.

Toko di South Central, Los Angeles yang terbakar - Sumber : latimes.com

44 orang lainnya meninggal akibat pembunuhan yang dianggap terkait dengan konflik atau kasus SARA ini. Di penghujung tahun 1992, disebut ada 1.096 pembunuhan.

Tahun 1992 disebut-sebut sebagai tahun paling berbahaya dan paling mematikan di Los Angeles.

Penjarahan juga banyak terjadi, dan yang menjadi target utama adalah toko yang dimiliki oleh warga keturunan Korea atau warga berdarah Asia lainnya.


Oh ya… tambahan informasi aja nih. Rodney King pada 17 Juni 2012 telah menghembuskan nafasnya yang terakhir. Ia ditemukan meninggal tenggelam di dalam kolam renang di rumahnya di Rialto, California.

Semoga konflik ras atau konflik SARA tidak akan pernah terjadi lagi, terutama di Indonesia. Semoga kita semua lebih arif dan bijak dalam bertindak dan berucap, terutama di media sosial.



Sebagai penutup penulis berharap bahwa artikel 10 Fakta Kasus Kerusuhan LA 1992 ini bisa menjadi contoh betapa bahayanya Konflik Ras (dan tentu saja Konflik Agama) bagi kehidupan kita semua sebagai bangsa. Saya berdoa semoga kerusuhan atau kasus SARA seperti ini tidak akan pernah terjadi di Indonesia. Aamiin Ya Rabbal Alamin. Semoga pembaca turut meng-amini doa penulis ini.

Sumber:

0 comments :

Posting Komentar

Back To Top